Jumat, 05 April 2019

Masalahmu besar? Ini solusinya

Aku tidak yakin untuk mengatakannya. Maksudnya, aku tidak yakin orang orang kan menerima perkataanku. Atau justru mereka tetap pada pemikiran negatif mereka.

Ketika aku berani mengatakannya, artinya aku pernah melewatinya. Satu hal pengingat dalam jalanku, bahwa pengukur seberapa besar masalah bukan pada masalah itu sendiri. Melainkan pada pikiran kita yang memutuskan, apakah itu akan menjadi masalah besar, atau tetap menjadi masalah yang kecil.

Percaya tidak percaya, pemikiran kita amat sangat memengaruhi kenyataannya. Terlepas bahwa takdir ada di tangan tuhan. Percaya tidak percaya, terkadang masalah kita tak sebesar yang selama ini kita pikirkan. Melainkan pikiran kita lah yang membuatnya menjadi besar, dalam tanda kutip di bawah pikiran negatif kita.

Artinya, saat kita memutuskan untuk berpikir bahwa masalah ini tak sebesar yang dikhawatirkan, itulah yang disebut sebagai pemikiran positif. Dan pemikiran positif itu, akan membawa kepada energi dalam diri untuk menciptakan masalah kita menjadi kecil, sama seperti apa yang kita pikirkan sejak awal.

Langkah pertama, yakinkanlah pada dirimu, bahwa kamu bukanlah orang tersusah di dunia. Tanamkanlah pemikiran bahwa banyak di luar sana yang masalahnya berlipat lipat dari kamu.

Langkah kedua, tetapkanlah pada pikiranmu, bahwa dalam waktu dekat, masalah ini akan selesai. Pikirkan apa yang seharusnya kamu lakukan untuk menyelesaikan semuanya. Meski kamu tidak harus bisa melakukan semuanya di awal. Setidaknya, buatlah list apa saja yang harus kau lakukan, untuk menyelesaikan semuanya.

Langkah ketiga, buatlah enjoy pikiranmu. Saat titik terbawah mulai menghampirimu, bisikkan pada hatimu "tak perlu menangis. Aku tidak boleh menangis. Tak apa. Tenang saja".




Dari sekian panjang coretan basa basi ku ini, sebenarnya untaian di atas hanyalah perkara yang sungguh merepotkan. "Lho kok bisa?".

Karena sesungguhnya, kau hanya memerlukan satu hal. Yaitu, ketenangan. Dan ketenangan, hanya akan kau dapatkan saat kau bersimpuh di hadapanNya. Percaya tidak percaya, namun kau harus percaya. Orang yang memiliki ketenangan yang datang dari Allah, tulus karena mencintaiNya, sebesar apapun masalah, dia takkan merasa berat dengan semuanya. Karena hatinya selalu berbisik, "aku punya Allah".

Tak percaya???

Pergilah ke masjid. Pandanglah wajah para muslimin yang telah bersimpuh di hadapan tuhannya. Apa kau akan menemukan wajah semrawud tak karuan?

"Karena mereka tidak punya masalah."

Tanpa sepengatahuan kita, banyak di tengah tengah mereka yang masalahnya lebih berbelit berlipat lipat dari masalah kita. Namun karena mereka mengimbanginya dengan kekuatan ketenangan dari tuhannya, itulah yang meringankan langkah kaki mereka.

"Maksud kamu, iman ku masih jauh dari iman mu?"

Jika benar pemikiran ini yang menghampirimu, sesaat setelah membaca tulisanku, maka ku katakan, benar. Iman mu masih kurang. Bukan kurang dari iman ku. Tapi kurang dari level pencapaian ketenangan yang Allah janjikan pada mu. Karena Allah lebih menyayangimu, derajatmu lebih tinggi dari pada aku. Itulah sebabnya, level ketenangan yang harus kau raih jauh lebih tinggi dari aku.



Apa pesan ku?
Ketika ada yang sedang menasehatimu, jangan pernah katakan
"Kau tidak mengerti posisiku"
"Kau tidak paham dengan masalahku"
"Masalahku tidak sekecil yang kau kira"
"Kau memang benar benar tidak mengerti maksudku"
"Masalahmu belum ada apa-apanya dengan masalahku"

Jangan... jangan katakan itu...
Tepiskan pikiran itu...
Dengarkan dia. Pikirkan nasehatnya. Lakukan segala saran dan masukannya. Tanpa memikirkan, seberapa besar masalahku, dan seberapa besar masalahmu.

Karena ini bukan tentang seberapa besar masalah kita.
Tapi, seberapa positif pikiran kita.


أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'd : 28)